Laman

Selasa, 11 Maret 2014

Sedekah Dengan Iming-Iming Diskon

13842877701996213157
Masih tentang sedekah, terinspirasi dari artikelnya Mbak Ilyani Sudardjat. Tadi siang waktu lagi asyik-asyiknya menyantap mie ayam langganan ada anak muda mendekatiku. Pakai kemeja rapi berdaasi plus celana pensil warna coklat. “Met siang kakak, maaf mengganggu sebentar”. Dia kemudian memperkenalkan diri sebagai seorang relawan dari sebuah yayasan yang membantu para pasien kanker. Ia menyodorkan sebuah buku kecil sambil menjelaskan bahwa yayasan itu butuh dana untuk membangun rumah singgah untuk pasien kanker. Dengan menulis nama di buku tersebut kemudian disobek oleh dia sebagai bukti. Ia juga menunjukkan beberapa sobekan kertas yang telah diisi orang. “Tadi saya bawa 25 lho kak, ini tinggal 5, klo kakak mau mengisi nanti dapet diskon di tempat-tempat makan yang jadi sponsor kami” jelasnya sambil menunjukkan nama-nama restoran yang katanya jadi sponsornya. Di situ tertulis, hemat sampai 1 juta rupiah.

Minggu, 09 Maret 2014

Jln Bingung

Hidup di kota besar berbeda dengan di desa *rumput yang bergoyang juga tau*. Kalau di desa jarak antar rumah yang satu dengan yang lainnya antara selemparan batu sampai selemparan mortir, sedangkan di kota hanya selemparan upil. Rumah-rumah berhimpitan seperti orang pacaran, nyaris tak menyisakan ruang lagi. Anak-anak bermain di jalan-jalan gang karena tak ada area bermain, kalupun ada letaknya juga jauh. Dengan tetangga satu gang ada yang tidak kenal apalagi yang beda gang. Yang saya alami jangankan dengan tetangga satu gang, nama gang sendiri saja kadang lupa.
Ceritanya gini, Dulu gang tempatku nginep bernama Gang Cinta Laura 5. Namun seiring pesatnya pembangaunan sekitar bertambahlah beberapa gang baru, nah daripada bingung, oleh kelurahan nama gang diubah sesuai urutan, hasilnya gang ku kini jadi Gang Cinta Laura 8. Kadang saat ngisi form-form sering tertukar antara Gang Cinta Laura 5 atau Gang Cinta Laura 8. Kalau udah terlanjur mengisi Gang Cinta  Laura 5 tinggal bilang aja “itu nama gang yang lama”.